Ginjal, merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting, karena mempunyai fungsi yang beragam. Selain penyaring sisa metabolisme tubuh, ginjal juga sebagai penyeimbang cairan, elektrolit dan zat kimia tubuh, seperti sodium, kalium serta mengatur produksi urin.
Ginjal juga ikut berperan dalam pengaturan tekanan darah (hemodinamik). Jika fungsi ginjal terganggu akan mengganggu sistem tubuh, baik sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem saraf, maupun sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).
Jika seseorang menderita gagal ginjal kronis (CKD, Chronic Kidney Disease), dimana pengeluaran cairan tubuh terganggu, air kencing sedikit keluar sehingga terjadi penimbunan cairan dalam tubuh (volume overload). Peningkatan kadar ureum dan kreatinin, peningkatan kadar kolesterol serta penumpukan zat racun lainnya.
Berdasarkan penelitian sekitar 70% penyebab kematian penderita gagal ginjal yakni akibat penyakit jantung. Gagal ginjal akan menyebabkan terjadinya penyempitan dini pembuluh koroner, otot jantung akan mengalami gangguan akibat volume cairan tubuh yang meningkat (volume overload), tekanan darah yang meningkat (pressure overload), adanya anemi pada penderita gagal ginjal akan mengganggu otot jantung dengan segala akibatnya. Begitu juga dengan adanya kadar ureum yang tinggi, kreatinin yang tinggi, kolesterol yang tinggi, gangguan elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, fosfor, serta menumpuknya zat-zat sisa metabolisme tubuh lainnya akan berakibat buruk buat jantung.
Jadi, gagal ginjal akan mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner lebih dini, dapat terjadi aritmia (gangguan irama jantung), gangguan otot jantung yang berlanjut menjadi pembengkakan jantung, gagal jantung dan mati mendadak.
Penyebab terjadinya gagal ginjal diantaranya karena infeksi, batu ginjal, hipertensi, reaksi autoimun, kelainan bawaan, penyempitan atau penyumbatan pembuluh arteri ginjal (arteri renalis) dan sebagainya.
Sebaliknya, jika seseorang telah menderita gagal jantung, dimana kemampuan otot jantung menurun sehingga jumlah darah yang dipompakan tidak mencukupi untuk keperluan tubuh, terdapat penurunan jumlah darah ke ginjal. Jika hal ini berlangsung lama maka fungsi ginjal juga akan terganggu.
Jadi, kedua organ ini mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. Oleh karena itu, bagi mereka yang menderita gagal ginjal haruslah juga menilai kondisi jantungnya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan begitu juga sebaliknya.
Sumber : IKCC
Forum Peduli Masalah Ginjal adalah media komunikasi dan informasi kesehatan ginjal antara dokter, paramedis dan pasien yang mengalami gangguan penyakit ginjal serta masyarakat yang peduli dengan memberikan informasi dan pengetahuan kesehatan ginjal untuk mencapai kualitas kesehatan yang lebih baik.
Saturday, May 29, 2010
Saturday, March 20, 2010
Sering Kencing, Ginjal pun Jadi Bersih
SELAMA ini berkembang satu pemahaman tentang perlunya minum air minimal delapan gelas per hari. Jika dirata-ratakan volume gelas adalah 250 ml, berarti dalam satu hari kita dianjurkan minum sebanyak 2 liter air. Alasan perlunya minum air sebanyak delapan gelas per hari didasarkan pada asumsi air itu diperlukan untuk mencuci ginjal, salah satu organ penting dalam tubuh kita. Makin banyak minum air berarti ginjal sering dicuci. Karena sering dicuci, ginjal jadi sehat dan bisa berfungsi dengan baik.
Memiliki ginjal yang sehat dan berfungsi baik, jelas menjadi idaman semua orang. Ginjal merupakan organ yang berfungsi membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme tubuh termasuk zat racun dalam bentuk air seni (urine) yang harus dibuang. Manakala ginjal gagal menjalankan fungsinya atau sering disebut dengan "gagal ginjal", orang yang menderitanya hanya akan menghadapi dua pilihan jika ingin tetap hidup normal; menjalani hemodialisis (cuci darah) secara intensif atau mengganti ginjalnya dengan ginjal donor yang sehat lewat proses pencangkokan.
Saking takutnya menderita penyakit ginjal, apalagi gagal ginjal, sebagian masyarakat "menelan" anjuran minum air delapan gelas per hari atau bahkan lebih. Bahkan, ada sebagian yang minum air mineral dengan harga relatif mahal. Pertanyaannya, apakah betul untuk menjadikan ginjal kita sehat kita diwajibkan minum air sebanyak minimal delapan gelas per hari? Apakah ini memang anjuran medis yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah ataukah sekadar mitos tak mendasar dan lebih didasarkan pada kepentingan bisnis dari para produsen air mineral agar produknya laku dijual?
Beberapa waktu lalu sejumlah peneliti mengeluarkan suatu pernyataan cukup mengejutkan karena isi pernyataan tersebut berlawanan dengan anjuran seputar perlunya minum air sebanyak delapan gelas per hari. "Itu hanya mitos. Belum ada bukti ilmiah minum air delapan gelas per hari merupakan anjuran tepat. Itu akal-akalan produsen air mineral mendongkrak barang dagangannya," kata Dr. Heinz Valtin, ahli ginjal dari Darmouth Medical School New Hampshire.
Valtin menjelaskan, pernyataannya tersebut didasarkan hasil penelitiannya yang dilakukan selama 10 bulan. Setelah melewati serangkaian penelitian yang disebutnya sangat hati-hati, Valtin menemukan, tak ada bukti ilmiah yang mendukung anjuran kita perlu minum sebanyak delapan gelas per hari.
Bersama sejumlah koleganya Valtin memang sempat menjadi perhatian utama dunia, apalagi selama ini media massa, baik koran maupun majalah selalu menulis tentang anjuran minum air sebanyak delapan gelas per hari. "Saya sudah bicara dengan kolega saya dan bertanya pada mereka, apakah ada bukti untuk itu. Sayang, jawaban terhadap pertanyaan itu hanyalah mitos," kata Valtin.
Sepertinya pernyataan Valtin agak bertolak belakang dengan tulisannya di American Journal of Phsycology, The Food and Nutrition Board of National Research Council. Dalam tulisan tersebut Valtin merekomendasikan orang untuk minum sedikitnya satu mili meter air untuk setiap kalori yang dimakan. Dengan asumsi kebutuhan kalori seorang pria Indonesia rata-rata 2.500 kalori, seharusnya ia minum air minimal 2.500 ml per hari atau lebih dari delapan gelas air. Betulkah ada kontradiksi?
Sebenarnya tidak. Dalam tulisannya, Valtin menyebut cairan sebanyak satu mili meter air untuk setiap kalori yang dikonsumsi sudah termasuk dalam makanan. "Saya sudah melakukan 43 penelitian mengenai sistem osmoregulatory. Sistem itu sangat persis dan cepat saya temukan bahwa sukar untuk percaya setelah evolusi, manusia jadi kekurangan cairan tubuh," ujar Valtin.
Menurutnya, jika seseorang memiliki sedikit cairan dalam tubuh, tubuhnya akan mengompensasi dengan membawa kembali air tersebut keluar dari ginjal dan menambah kekurangan cairan melalui kulit. Rasa haus sudah terasa sebelum terjadi dehidrasi. Proses tersebut berlangsung sangat cepat dan akurat hanya dalam hitungan menit.
Persoalannya, terletak pada kesalahan informasi. Selama ini memang banyak anjuran minum air sebanyak delapan gelas per hari, padahal sebenarnya tidak perlu. Orang yang memiliki batu ginjal, lanjut Valtin, mungkin memerlukan banyak minum. Akan tetapi, orang yang normal boleh minum saat haus saja termasuk di dalamnya minum kopi, teh, bahkan bir.
Atas penjelasan tersebut, Valtin berharap orang akan merasa lega tanpa harus merasa bersalah karena kurang minum. Apalagi harus repot-repot membeli minuman dalam kemasan yang harganya mahal. Bahkan, ada kemungkinan orang yang banyak minum air yang sudah terkontaminasi atau terpolusi akan lebih menderita karena mendapat kiriman penyakit. Akibatnya, akan terjadi urinisasi atau kelebihan cairan yang beracun.
Senada dengan Valtin, spesialis ginjal yang juga Kepala Bagian Penyakit Dalam RS Dr. Hasan Sadikin Bandung, Dr. Rully A.M Roesli, Sp.P.D., K.G.H., menyebut bahwa masih banyak pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang keliru, bahkan terjebak ke dalam mitos tentang suatu jenis penyakit. Salah satunya adalah pemahaman mengenai perlunya setiap orang minum air minimal delapan gelas per hari karena dianggap akan menyehatkan ginjal.
"Itu sama saja kelirunya dengan pendapat yang menyatakan jika kita flu jangan minum es atau orang yang punya penyakit hipertensi pasti suka marah-marah. Belum tentu banyak minum air menjadikan ginjal kita sehat. Malah kalau tidak hati-hati, banyak minum justru akan sangat membahayakan ginjal," kata Rully.
Menurut Rully, jumlah cairan dalam tubuh memang harus tersedia memadai. Standar kebutuhan air pada manusia biasanya mengikuti rumus 30 cc per kilo gram berat badan per hari. Artinya, jika seseorang dengan berat badan 60 kg, maka kebutuhan air tiap harinya sebanyak 1.800 cc atau 1,8 liter. Untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak itu, tidak harus selalu berasal dari air yang diminum langsung, melainkan bisa dipenuhi dari sejumlah sumber makanan yang mengandung air.
Berkaitan dengan kesehatan ginjal, Rully menyatakan, minum air dengan jumlah banyak bisa menjadi salah satu cara agar ginjal sehat. Minum air, menjadikan orang sering dilanda "kebelet pipis" alias ingin buang air kecil. Sering buang air kecil menyebabkan banyak kotoran dan racun yang dibuang dari ginjal. Namun, minum banyak air dengan tidak didasari pengetahuan memadai, justru membahayakan ginjal terutama jika antara jumlah asupan air ke dalam tubuh dan yang dikeluarkan dalam bentuk urine, tidak seimbang. Jika setiap hari minum banyak air, tapi sisanya tidak dibuang atau jumlah yang dibuangnya lebih sedikit dari yang masuk, itu justru yang berbahaya bagi ginjal.
"Jadi, yang benar itu bukan perlunya kita minum banyak air setiap hari sehingga ginjal jadi sehat. Namun, ginjal kita akan sehat jika sering-sering buang air kecil alias kencing. Makanya, kalau kita ingin kencing, jangan sekali-kali menahannya karena akan mengganggu kesehatan ginjal," ujar Rully sambil menyebut bahwa soal kebutuhan air, tubuh kita sudah "diformat" sedemikian rupa. Ketika mengalami kekurangan cairan, secara otomatis tubuh memberi respon dalam bentuk perasaan haus ingin minum. Kalau begitu, banyak-banyaklah kencing biar ginjal pun jadi "cling" (bersih). Semoga. Muhtar/"PR" ***
Sumber: Pikiran Rakyat
Memiliki ginjal yang sehat dan berfungsi baik, jelas menjadi idaman semua orang. Ginjal merupakan organ yang berfungsi membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme tubuh termasuk zat racun dalam bentuk air seni (urine) yang harus dibuang. Manakala ginjal gagal menjalankan fungsinya atau sering disebut dengan "gagal ginjal", orang yang menderitanya hanya akan menghadapi dua pilihan jika ingin tetap hidup normal; menjalani hemodialisis (cuci darah) secara intensif atau mengganti ginjalnya dengan ginjal donor yang sehat lewat proses pencangkokan.
Saking takutnya menderita penyakit ginjal, apalagi gagal ginjal, sebagian masyarakat "menelan" anjuran minum air delapan gelas per hari atau bahkan lebih. Bahkan, ada sebagian yang minum air mineral dengan harga relatif mahal. Pertanyaannya, apakah betul untuk menjadikan ginjal kita sehat kita diwajibkan minum air sebanyak minimal delapan gelas per hari? Apakah ini memang anjuran medis yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah ataukah sekadar mitos tak mendasar dan lebih didasarkan pada kepentingan bisnis dari para produsen air mineral agar produknya laku dijual?
Beberapa waktu lalu sejumlah peneliti mengeluarkan suatu pernyataan cukup mengejutkan karena isi pernyataan tersebut berlawanan dengan anjuran seputar perlunya minum air sebanyak delapan gelas per hari. "Itu hanya mitos. Belum ada bukti ilmiah minum air delapan gelas per hari merupakan anjuran tepat. Itu akal-akalan produsen air mineral mendongkrak barang dagangannya," kata Dr. Heinz Valtin, ahli ginjal dari Darmouth Medical School New Hampshire.
Valtin menjelaskan, pernyataannya tersebut didasarkan hasil penelitiannya yang dilakukan selama 10 bulan. Setelah melewati serangkaian penelitian yang disebutnya sangat hati-hati, Valtin menemukan, tak ada bukti ilmiah yang mendukung anjuran kita perlu minum sebanyak delapan gelas per hari.
Bersama sejumlah koleganya Valtin memang sempat menjadi perhatian utama dunia, apalagi selama ini media massa, baik koran maupun majalah selalu menulis tentang anjuran minum air sebanyak delapan gelas per hari. "Saya sudah bicara dengan kolega saya dan bertanya pada mereka, apakah ada bukti untuk itu. Sayang, jawaban terhadap pertanyaan itu hanyalah mitos," kata Valtin.
Sepertinya pernyataan Valtin agak bertolak belakang dengan tulisannya di American Journal of Phsycology, The Food and Nutrition Board of National Research Council. Dalam tulisan tersebut Valtin merekomendasikan orang untuk minum sedikitnya satu mili meter air untuk setiap kalori yang dimakan. Dengan asumsi kebutuhan kalori seorang pria Indonesia rata-rata 2.500 kalori, seharusnya ia minum air minimal 2.500 ml per hari atau lebih dari delapan gelas air. Betulkah ada kontradiksi?
Sebenarnya tidak. Dalam tulisannya, Valtin menyebut cairan sebanyak satu mili meter air untuk setiap kalori yang dikonsumsi sudah termasuk dalam makanan. "Saya sudah melakukan 43 penelitian mengenai sistem osmoregulatory. Sistem itu sangat persis dan cepat saya temukan bahwa sukar untuk percaya setelah evolusi, manusia jadi kekurangan cairan tubuh," ujar Valtin.
Menurutnya, jika seseorang memiliki sedikit cairan dalam tubuh, tubuhnya akan mengompensasi dengan membawa kembali air tersebut keluar dari ginjal dan menambah kekurangan cairan melalui kulit. Rasa haus sudah terasa sebelum terjadi dehidrasi. Proses tersebut berlangsung sangat cepat dan akurat hanya dalam hitungan menit.
Persoalannya, terletak pada kesalahan informasi. Selama ini memang banyak anjuran minum air sebanyak delapan gelas per hari, padahal sebenarnya tidak perlu. Orang yang memiliki batu ginjal, lanjut Valtin, mungkin memerlukan banyak minum. Akan tetapi, orang yang normal boleh minum saat haus saja termasuk di dalamnya minum kopi, teh, bahkan bir.
Atas penjelasan tersebut, Valtin berharap orang akan merasa lega tanpa harus merasa bersalah karena kurang minum. Apalagi harus repot-repot membeli minuman dalam kemasan yang harganya mahal. Bahkan, ada kemungkinan orang yang banyak minum air yang sudah terkontaminasi atau terpolusi akan lebih menderita karena mendapat kiriman penyakit. Akibatnya, akan terjadi urinisasi atau kelebihan cairan yang beracun.
Senada dengan Valtin, spesialis ginjal yang juga Kepala Bagian Penyakit Dalam RS Dr. Hasan Sadikin Bandung, Dr. Rully A.M Roesli, Sp.P.D., K.G.H., menyebut bahwa masih banyak pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang keliru, bahkan terjebak ke dalam mitos tentang suatu jenis penyakit. Salah satunya adalah pemahaman mengenai perlunya setiap orang minum air minimal delapan gelas per hari karena dianggap akan menyehatkan ginjal.
"Itu sama saja kelirunya dengan pendapat yang menyatakan jika kita flu jangan minum es atau orang yang punya penyakit hipertensi pasti suka marah-marah. Belum tentu banyak minum air menjadikan ginjal kita sehat. Malah kalau tidak hati-hati, banyak minum justru akan sangat membahayakan ginjal," kata Rully.
Menurut Rully, jumlah cairan dalam tubuh memang harus tersedia memadai. Standar kebutuhan air pada manusia biasanya mengikuti rumus 30 cc per kilo gram berat badan per hari. Artinya, jika seseorang dengan berat badan 60 kg, maka kebutuhan air tiap harinya sebanyak 1.800 cc atau 1,8 liter. Untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak itu, tidak harus selalu berasal dari air yang diminum langsung, melainkan bisa dipenuhi dari sejumlah sumber makanan yang mengandung air.
Berkaitan dengan kesehatan ginjal, Rully menyatakan, minum air dengan jumlah banyak bisa menjadi salah satu cara agar ginjal sehat. Minum air, menjadikan orang sering dilanda "kebelet pipis" alias ingin buang air kecil. Sering buang air kecil menyebabkan banyak kotoran dan racun yang dibuang dari ginjal. Namun, minum banyak air dengan tidak didasari pengetahuan memadai, justru membahayakan ginjal terutama jika antara jumlah asupan air ke dalam tubuh dan yang dikeluarkan dalam bentuk urine, tidak seimbang. Jika setiap hari minum banyak air, tapi sisanya tidak dibuang atau jumlah yang dibuangnya lebih sedikit dari yang masuk, itu justru yang berbahaya bagi ginjal.
"Jadi, yang benar itu bukan perlunya kita minum banyak air setiap hari sehingga ginjal jadi sehat. Namun, ginjal kita akan sehat jika sering-sering buang air kecil alias kencing. Makanya, kalau kita ingin kencing, jangan sekali-kali menahannya karena akan mengganggu kesehatan ginjal," ujar Rully sambil menyebut bahwa soal kebutuhan air, tubuh kita sudah "diformat" sedemikian rupa. Ketika mengalami kekurangan cairan, secara otomatis tubuh memberi respon dalam bentuk perasaan haus ingin minum. Kalau begitu, banyak-banyaklah kencing biar ginjal pun jadi "cling" (bersih). Semoga. Muhtar/"PR" ***
Sumber: Pikiran Rakyat
Asam Urat dan Pengaruhnya terhadap Ginjal
Asam urat adalah asam hasil metabolisme protein berupa asam-asam inti yang terdapat dalam inti sel.
Setelah mengalami berbagai miam proses biokimia akan menjadi oksida purin. Purin sendiri merupakan salah satu turunan asam ammo. Oksidasi purin ini di metabolisme lagi oleh suatu enzim dan menghaSilkan produk akhir yaitu asam urat. Jadi asam Urat adalah hasil akhir dari metabolisme tubuh dari bahan purin.
Asam urat menjadi masalah bila ekresi atau proses pembuangan tidak terjadi dengan baik. Hal ini terjadi karena ginjal mengalami gangguan fungsi. Ginjal tidak rusak tapi kemampuannya membuang asam urat kurang. Hal ini biasanya karena faktor keturunan. Oleh sebab itu bila ada gangguan fungsi ginjal, kadar asam urat dalam darah akan meningkat atau disebuit sebagai hiperurisemia.
Selain dibuang lewat ginjal (70%) dalam bentuk urin, asam urat yang berasal dari makanan dan metabolisme tubuh ini dikeluarkan juga melalui usus yaitu 30%. Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata 5-7 mg% (6,5 mg% batas tinggi pria dan 5,5 mg% pada wanita). Sekitar 50% asam urat dalam tubuh berasal dari asupan makanan. peningkatan kadar asam urat dalam darah ini bisa juga terjadi karena asupan makanan yang mengandung purin yang berlebihan. Bahan makanan yang mengandung purin yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah antara lain daging, hati, ikan, sayuran, seperti kangkung, kacang-kacangan serta minuman seperi kopi dan alcohol.
Berikut beberapa jenis makanan yang menganduing kadar purin tinggi :
- ikan teri asin/tawar
- ikan sarden atau makanan yang diawetkan
- ginjal dan otak sapi
- daging, jeroan (usus,ampela,ati dll)
- tiram/jenis kerang-kerangan
- daging dengan kadar lemak tinggi seperti puyuh
- produk olahan susu seperti mayonnaise
Asam urat sangat mudah mengkristal/menumpuk bila purin tidak di metabolisme secara sempurna.
Kristalisasi asar urat sering terjadi pada persendian itulah yang menyebabkan munculnya penyakit rematik gout/pirai atau encok.Timbunan atau kristal ini akan menimbulkan reaksi radang bila tercetus oleh trauma seperti benturan, stress dan suhu dingin. Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata antara 5-7 mg%(605 mg%batas tinggi pria dan 5.5 mg% pada wanita).
Pengkristalan biasanya terjadi jika kadar asam urat darah sudah mencaopai 9-10 mg%. Pada sebagian penderita kadar asam urat yang berlebihan dapat tertimbun dalam jaringan ginjal dan mombentuk batu ginjal kadang-kadang juga di temukan batu dalam kandung kemih.Hal ini akan mengganggu fungsi ginjal dan kadang kadang timbul nyeri hebat pada daerah pinggang.
Arthritis gout ini di sebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat darah yang telah berlangsung bertahun-tahun. Jika kadar asam urat terus menerus tingg, bisa mengakibatkan reumatik gout kronis dimana serangan akan terus menerus terjadi dan tidak ada lagi masa bebas serangan. Reumatik gout akut juga bisa terjadi karena fluktuasi atau naik turunnya kadar asam urat darah secara tiba-tiba. Dan ini pulalah yang bisa menyebabkan lambatnya proses penyembuhan.
Scara garis besar dapat dikatakan bahwa ada dua kondisi dimana artritis gout muncul :
- Kondisi organ normal namun produksi asam urat berlebih
- Produksi asam urat normal namun ada gangguan organ dalam seperti ginjal Gejala dan tanda-tanda radang sendi karena asam urat (Artitis Gout) Pada umumnya lokasi munculnya serangan rasa nyeri, bengkak, merah, panas bila di raba dan terganggunya fungsi sendi hanya pada satu tempat yakni pada
pangkal ibu jari kaki (70-80 persen).
Meskipun demikian serangan ini bisa juga terjadi pada persendian lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, tangan atau jari tangan. Selain pada sendi serangan bisa juga terjadi pada jaringan dalam yakni ginjal yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit kencing batu. Pada tahap yang lebih parah (timbunan kristal urat atau thopi semakin banyak) selain menyebabkan hancurnya struktur sendi juga bisa merusak struktur jaringan bawah kulit.
Thopi tampak seperti benjolan kecil berwarna pucat yang muncul pada daun telinga, bagian punggung lengan, bagian samping mangkok sendi lutut dan pada tendon Archilles. Bila kadar asam urat darah tidak terkontrol, thopi bisa makin membesar dan menyebabkan kerusakan sendi dan koreng.
Koreng yang muncul bisa mengeluarkan cairan kental seperti kapur yang mengandung kristal monosidium urat monohidrat (MSU). Umumnya thopi muncul pada tahap kronik yakni bila penderita telah menderita rematik gout lebih dari sepuluh tahun dan tidak mendapat pengobatan yang baik sehingga kadar asam urat darahnya sering dalam kondisi tinggi.
Tahapan Artitis Gout/Rematik/Encok
1. Tahap Asimtomatik
Kadar asam urat darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala.
Selanjutnya encok menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit punggung sakit berat.
2. Tahap Akut
Serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak.
Umumnya serangan pertama kali terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan itu berupa rasa nyeri yang hebat pada pangkal ibu jari kaki.
Rasa nyeri ini timbul secara mendadak dan didahului oleh keluhan lain.
Rasa nyeri ini begitu hebat sehingga bila bagian yang sakit bila tersentuh bahkan selimut yang lebmbut pun akan terasa sakit.
Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.
3. Tahap Interkritikal
Penderita dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas
seperti olahraga tanopa rasa sakit sama sekali.
Kalau rasa nyeri pada serangan pertama itu hilang bukan bererti penyakit itu sembuh total, biasanya beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua.
4. Tahap Kronik
Terjadi bila penyakit diabaiakan sehingga menjadi akut.
Faktor Resiko Pria mempunyai resiko tinggi terkena penyakit ini, sekitar 90% penderita penyakit ini adalah kaum pria.
tapi tidak semua orang dengan asam urat tinggi akan mengalami arthritis gout karena tidak semua rematik disertai dengan asam urat tinggi.
Orang yang potensial menderita penyakit ini adalah mereka yang termasuk :
- peminum alcohol, alkohol meningkatkan kadar asam urat dalam darah
- mempunyai riwayat keluarga berpenyakit rematik gout
- berat badan berlebih
- kurang minum air putih
- memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi pencegahan dan pengobatan agar tidak timbul rematik penting untuk dilakukan sejak muda.
Olahraga rutin seperti renang, naik sepeda karena olahraga ini merupakan olahraga terbaik karena dapat menggerakkan semua sendi, senam aerobik teratur yang tidak terlalu memben=bani badan sebaiknya dilakukan.
Untuk rematik karena asam urat menjaga kaar asam urat adalah penting. Kadar asam urat harus dijaga agar tetap stabil yaitu 5 mg% untuk mencegah terjadi komplikasi berat akibat asam urat. Konsumsi protein yang aman 50-60 gram perhari oleh karena itu hindari makanan yang mengadung purin tinggi.
1. Hati, ginjal, jantung, limpa, paru-paru, otak, sarden, kaldu daging, roti 150-180 mg purin –> tidak boleh disantap
2. Daging, ikan, kerang, kacang-kcangan, buncis, kembang kol, bayam, jamur 50-150 mg –>harus dibatasi
3. sayuran, buah-buahan, susu, keju, telur dan serealea 0-15 mg purin —> sangat disarankan
Sumber : Ditulis dalam Kesehatan www. aliefnews.wordpress.com
Setelah mengalami berbagai miam proses biokimia akan menjadi oksida purin. Purin sendiri merupakan salah satu turunan asam ammo. Oksidasi purin ini di metabolisme lagi oleh suatu enzim dan menghaSilkan produk akhir yaitu asam urat. Jadi asam Urat adalah hasil akhir dari metabolisme tubuh dari bahan purin.
Asam urat menjadi masalah bila ekresi atau proses pembuangan tidak terjadi dengan baik. Hal ini terjadi karena ginjal mengalami gangguan fungsi. Ginjal tidak rusak tapi kemampuannya membuang asam urat kurang. Hal ini biasanya karena faktor keturunan. Oleh sebab itu bila ada gangguan fungsi ginjal, kadar asam urat dalam darah akan meningkat atau disebuit sebagai hiperurisemia.
Selain dibuang lewat ginjal (70%) dalam bentuk urin, asam urat yang berasal dari makanan dan metabolisme tubuh ini dikeluarkan juga melalui usus yaitu 30%. Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata 5-7 mg% (6,5 mg% batas tinggi pria dan 5,5 mg% pada wanita). Sekitar 50% asam urat dalam tubuh berasal dari asupan makanan. peningkatan kadar asam urat dalam darah ini bisa juga terjadi karena asupan makanan yang mengandung purin yang berlebihan. Bahan makanan yang mengandung purin yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah antara lain daging, hati, ikan, sayuran, seperti kangkung, kacang-kacangan serta minuman seperi kopi dan alcohol.
Berikut beberapa jenis makanan yang menganduing kadar purin tinggi :
- ikan teri asin/tawar
- ikan sarden atau makanan yang diawetkan
- ginjal dan otak sapi
- daging, jeroan (usus,ampela,ati dll)
- tiram/jenis kerang-kerangan
- daging dengan kadar lemak tinggi seperti puyuh
- produk olahan susu seperti mayonnaise
Asam urat sangat mudah mengkristal/menumpuk bila purin tidak di metabolisme secara sempurna.
Kristalisasi asar urat sering terjadi pada persendian itulah yang menyebabkan munculnya penyakit rematik gout/pirai atau encok.Timbunan atau kristal ini akan menimbulkan reaksi radang bila tercetus oleh trauma seperti benturan, stress dan suhu dingin. Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata antara 5-7 mg%(605 mg%batas tinggi pria dan 5.5 mg% pada wanita).
Pengkristalan biasanya terjadi jika kadar asam urat darah sudah mencaopai 9-10 mg%. Pada sebagian penderita kadar asam urat yang berlebihan dapat tertimbun dalam jaringan ginjal dan mombentuk batu ginjal kadang-kadang juga di temukan batu dalam kandung kemih.Hal ini akan mengganggu fungsi ginjal dan kadang kadang timbul nyeri hebat pada daerah pinggang.
Arthritis gout ini di sebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat darah yang telah berlangsung bertahun-tahun. Jika kadar asam urat terus menerus tingg, bisa mengakibatkan reumatik gout kronis dimana serangan akan terus menerus terjadi dan tidak ada lagi masa bebas serangan. Reumatik gout akut juga bisa terjadi karena fluktuasi atau naik turunnya kadar asam urat darah secara tiba-tiba. Dan ini pulalah yang bisa menyebabkan lambatnya proses penyembuhan.
Scara garis besar dapat dikatakan bahwa ada dua kondisi dimana artritis gout muncul :
- Kondisi organ normal namun produksi asam urat berlebih
- Produksi asam urat normal namun ada gangguan organ dalam seperti ginjal Gejala dan tanda-tanda radang sendi karena asam urat (Artitis Gout) Pada umumnya lokasi munculnya serangan rasa nyeri, bengkak, merah, panas bila di raba dan terganggunya fungsi sendi hanya pada satu tempat yakni pada
pangkal ibu jari kaki (70-80 persen).
Meskipun demikian serangan ini bisa juga terjadi pada persendian lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, tangan atau jari tangan. Selain pada sendi serangan bisa juga terjadi pada jaringan dalam yakni ginjal yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit kencing batu. Pada tahap yang lebih parah (timbunan kristal urat atau thopi semakin banyak) selain menyebabkan hancurnya struktur sendi juga bisa merusak struktur jaringan bawah kulit.
Thopi tampak seperti benjolan kecil berwarna pucat yang muncul pada daun telinga, bagian punggung lengan, bagian samping mangkok sendi lutut dan pada tendon Archilles. Bila kadar asam urat darah tidak terkontrol, thopi bisa makin membesar dan menyebabkan kerusakan sendi dan koreng.
Koreng yang muncul bisa mengeluarkan cairan kental seperti kapur yang mengandung kristal monosidium urat monohidrat (MSU). Umumnya thopi muncul pada tahap kronik yakni bila penderita telah menderita rematik gout lebih dari sepuluh tahun dan tidak mendapat pengobatan yang baik sehingga kadar asam urat darahnya sering dalam kondisi tinggi.
Tahapan Artitis Gout/Rematik/Encok
1. Tahap Asimtomatik
Kadar asam urat darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala.
Selanjutnya encok menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit punggung sakit berat.
2. Tahap Akut
Serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak.
Umumnya serangan pertama kali terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan itu berupa rasa nyeri yang hebat pada pangkal ibu jari kaki.
Rasa nyeri ini timbul secara mendadak dan didahului oleh keluhan lain.
Rasa nyeri ini begitu hebat sehingga bila bagian yang sakit bila tersentuh bahkan selimut yang lebmbut pun akan terasa sakit.
Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.
3. Tahap Interkritikal
Penderita dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas
seperti olahraga tanopa rasa sakit sama sekali.
Kalau rasa nyeri pada serangan pertama itu hilang bukan bererti penyakit itu sembuh total, biasanya beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua.
4. Tahap Kronik
Terjadi bila penyakit diabaiakan sehingga menjadi akut.
Faktor Resiko Pria mempunyai resiko tinggi terkena penyakit ini, sekitar 90% penderita penyakit ini adalah kaum pria.
tapi tidak semua orang dengan asam urat tinggi akan mengalami arthritis gout karena tidak semua rematik disertai dengan asam urat tinggi.
Orang yang potensial menderita penyakit ini adalah mereka yang termasuk :
- peminum alcohol, alkohol meningkatkan kadar asam urat dalam darah
- mempunyai riwayat keluarga berpenyakit rematik gout
- berat badan berlebih
- kurang minum air putih
- memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi pencegahan dan pengobatan agar tidak timbul rematik penting untuk dilakukan sejak muda.
Olahraga rutin seperti renang, naik sepeda karena olahraga ini merupakan olahraga terbaik karena dapat menggerakkan semua sendi, senam aerobik teratur yang tidak terlalu memben=bani badan sebaiknya dilakukan.
Untuk rematik karena asam urat menjaga kaar asam urat adalah penting. Kadar asam urat harus dijaga agar tetap stabil yaitu 5 mg% untuk mencegah terjadi komplikasi berat akibat asam urat. Konsumsi protein yang aman 50-60 gram perhari oleh karena itu hindari makanan yang mengadung purin tinggi.
1. Hati, ginjal, jantung, limpa, paru-paru, otak, sarden, kaldu daging, roti 150-180 mg purin –> tidak boleh disantap
2. Daging, ikan, kerang, kacang-kcangan, buncis, kembang kol, bayam, jamur 50-150 mg –>harus dibatasi
3. sayuran, buah-buahan, susu, keju, telur dan serealea 0-15 mg purin —> sangat disarankan
Sumber : Ditulis dalam Kesehatan www. aliefnews.wordpress.com
Saturday, February 20, 2010
Manfaat Dahsyat Air Putih
Air putih bukan hanya sebagai obat dahaga, akan tetapi banyak sekali manfaat yang kita dapat jika mengkonsumsinya.
Perlu diketahui sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.
inilah diantaranya manfaat jika kita mengkonsumsi air putih, yaitu :
1. Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan kecantikan
Bila kita kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.
4. Untuk kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
5. Menyehatkan jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.
Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6. Sebagai obat stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.
Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7. Efek relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika Ukhtiy punya shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Oh ya, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.
8. Menguruskan badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.
9. Tubuh lebih bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 - 90 % bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.
Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.
sumber artikel dirangkum dari muslimah.or.id
Perlu diketahui sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.
inilah diantaranya manfaat jika kita mengkonsumsi air putih, yaitu :
1. Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan kecantikan
Bila kita kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.
4. Untuk kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
5. Menyehatkan jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.
Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6. Sebagai obat stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.
Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7. Efek relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika Ukhtiy punya shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Oh ya, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.
8. Menguruskan badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.
9. Tubuh lebih bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 - 90 % bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.
Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.
sumber artikel dirangkum dari muslimah.or.id
Minum Dua Liter Agar Ginjal Sehat
Semua orang tahu bahwa ginjal merupakan organ penting manusia. Tetapi, tak banyak orang yang mengenal ginjal dengan mendalam. Dimulai 6 September lalu, setiap Kamis pukul 18.00-19.00 ahli ginjal dan penyakit dalam dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD tampil dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM. Beragam hal seputar ginjal dibahas dalam acara tersebut.
Pada sesi Mengenal Ginjal Kita, dr Djoko memaparkan bahwa manusia normal mempunyai dua ginjal. Satu terletak di bagian belakang pinggang kanan, satu lainnya di kiri. Bentuk ginjal seperti kacang merah. Ukurannya satu kepalan tangan.
"Meskipun tidak besar, kontribusi ginjal terhadap tubuh kita amat luar biasa. Ginjal yang sehat memungkinkan kita bangun tidur dengan tubuh segar dan lancar beraktivitas," ujarnya.
Ginjal bertugas menyaring dan mengeluarkan racun maupun kelebihan mineral dari dalam tubuh melalui urine. Ginjal juga berfungsi mengatur tekanan darah. Gangguan pada ginjal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
Fungsi lain ginjal adalah mengeluarkan hormon untuk menunjang pembentukan sel darah merah dan menetralkan sifat asam makanan yang dikonsumsi manusia. Bila ginjal terganggu, maka fungsi seluruh organ tubuh akan terganggu.
Supaya ginjal tetap sehat, idealnya setiap orang minum air putih dua liter per hari. Air putih bersifat netral sehingga jauh lebih baik daripada mengonsumsi softdrink.
Mengapa dua liter per hari? "Setiap hari tubuh kita rata-rata mengeluarkan 1500 cc air dalam bentuk keringat, napas, dan urine. Jumlah itu harus digantikan agar kerja ginjal tidak terganggu," ungkap dr Djoko.
Repotnya, lanjut ia, individu yang bekerja di ruangan ber-AC tidak merasa haus. Akibatnya mereka sering kurang minum. Padahal meski tidak merasa haus, kebutuhan setiap orang atas air minum sebenarnya sama.
Sumber : www.drdjokosantoso.com
Pada sesi Mengenal Ginjal Kita, dr Djoko memaparkan bahwa manusia normal mempunyai dua ginjal. Satu terletak di bagian belakang pinggang kanan, satu lainnya di kiri. Bentuk ginjal seperti kacang merah. Ukurannya satu kepalan tangan.
"Meskipun tidak besar, kontribusi ginjal terhadap tubuh kita amat luar biasa. Ginjal yang sehat memungkinkan kita bangun tidur dengan tubuh segar dan lancar beraktivitas," ujarnya.
Ginjal bertugas menyaring dan mengeluarkan racun maupun kelebihan mineral dari dalam tubuh melalui urine. Ginjal juga berfungsi mengatur tekanan darah. Gangguan pada ginjal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
Fungsi lain ginjal adalah mengeluarkan hormon untuk menunjang pembentukan sel darah merah dan menetralkan sifat asam makanan yang dikonsumsi manusia. Bila ginjal terganggu, maka fungsi seluruh organ tubuh akan terganggu.
Supaya ginjal tetap sehat, idealnya setiap orang minum air putih dua liter per hari. Air putih bersifat netral sehingga jauh lebih baik daripada mengonsumsi softdrink.
Mengapa dua liter per hari? "Setiap hari tubuh kita rata-rata mengeluarkan 1500 cc air dalam bentuk keringat, napas, dan urine. Jumlah itu harus digantikan agar kerja ginjal tidak terganggu," ungkap dr Djoko.
Repotnya, lanjut ia, individu yang bekerja di ruangan ber-AC tidak merasa haus. Akibatnya mereka sering kurang minum. Padahal meski tidak merasa haus, kebutuhan setiap orang atas air minum sebenarnya sama.
Sumber : www.drdjokosantoso.com
Gangguan terhadap fungsi ginjal mungkin terjadi tanpa gejala dan hanya bisa dideteksi melalui tes urine. Karena itu, tak ada salahnya seseorang melaku
Gangguan terhadap fungsi ginjal mungkin terjadi tanpa gejala dan hanya bisa dideteksi melalui tes urine. Karena itu, tak ada salahnya seseorang melakukan tes urine untuk mengetahui kondisi ginjalnya.
Hal itu diungkapkan ahli ginjal dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam bagian kedua rangkaian talkshow "Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat" di radio JJFM, Kamis (13/9).
Ia mengungkapkan, banyak orang jarang melakukan tes urine karena merasa tubuhnya sehat. Akibatnya, ketika suatu ketika ginjalnya diketahui bermasalah, kondisinya sudah terlanjur parah.
"Langkah terbaik ialah melakukan tes urine secara rutin setiap enam bulan. Waspadai juga gejala-gejala dini penyakit ginjal. Di antaranya, sulit konsentrasi, mual, urine berbuih, sukar tidur walaupun mengantuk, lemas, dan kaki bengkak," kata dr Djoko.
Seseorang lebih berisiko mengidap penyakit ginjal kronik bila memiliki garis keturunan penyakit ginjal, menderita diabetes, obesitas, atau hipertensi. Faktor lain, misalnya, perokok, sering sakit persendian, asam urat tinggi, batu ginjal, dan sering mengonsumsi obat-obatan pengurang rasa nyeri.
"Semakin banyak seseorang memiliki faktor-faktor risiko di atas, semakin besar kemungkinannya ia terkena penyakit ginjal kronik," tegas dokter yang menuntaskan pendidikan S-3 di Jepang itu.
Sebagian faktor risiko penyakit ginjal kronik tak dapat dihindari atau dikoreksi. Misalnya, keturunan, umur, ras, dan gender. "Semakin tua usia, semakin besar potensi terkena penyakit ginjal. Di Indonesia, penyakit ginjal lebih banyak diderita oleh pria. Hal-hal seperti itu tidak dapat dikoreksi," ujarnya.
Namun, ada pula faktor risiko yang bisa dihindarkan atau dikoreksi. Kebiasaan merokok dan mengalami asam urat tinggi, contohnya, dapat diminimalkan.
Menurutnya, secara umum ada beberapa langkah yang dapat dilakukan setiap orang untuk menjaga agar ginjalnya tetap sehat. Yakni, tidur cukup setidaknya 6-7 jam per hari, minum air putih dua liter per hari, berolah raga teratur, dan mengonsumsi nutrisi yang seimbang. Bila menderita penyakit yang termasuk faktor risiko penyakit ginjal kronik, misalnya hipertensi dan diabetes, penyakit tersebut harus segera ditangani. (lee)
Sumber : http://www.drdjokosantoso.com/2009/04/gangguan-ginjal-mungkin-tanpa-gejala.html
Hal itu diungkapkan ahli ginjal dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam bagian kedua rangkaian talkshow "Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat" di radio JJFM, Kamis (13/9).
Ia mengungkapkan, banyak orang jarang melakukan tes urine karena merasa tubuhnya sehat. Akibatnya, ketika suatu ketika ginjalnya diketahui bermasalah, kondisinya sudah terlanjur parah.
"Langkah terbaik ialah melakukan tes urine secara rutin setiap enam bulan. Waspadai juga gejala-gejala dini penyakit ginjal. Di antaranya, sulit konsentrasi, mual, urine berbuih, sukar tidur walaupun mengantuk, lemas, dan kaki bengkak," kata dr Djoko.
Seseorang lebih berisiko mengidap penyakit ginjal kronik bila memiliki garis keturunan penyakit ginjal, menderita diabetes, obesitas, atau hipertensi. Faktor lain, misalnya, perokok, sering sakit persendian, asam urat tinggi, batu ginjal, dan sering mengonsumsi obat-obatan pengurang rasa nyeri.
"Semakin banyak seseorang memiliki faktor-faktor risiko di atas, semakin besar kemungkinannya ia terkena penyakit ginjal kronik," tegas dokter yang menuntaskan pendidikan S-3 di Jepang itu.
Sebagian faktor risiko penyakit ginjal kronik tak dapat dihindari atau dikoreksi. Misalnya, keturunan, umur, ras, dan gender. "Semakin tua usia, semakin besar potensi terkena penyakit ginjal. Di Indonesia, penyakit ginjal lebih banyak diderita oleh pria. Hal-hal seperti itu tidak dapat dikoreksi," ujarnya.
Namun, ada pula faktor risiko yang bisa dihindarkan atau dikoreksi. Kebiasaan merokok dan mengalami asam urat tinggi, contohnya, dapat diminimalkan.
Menurutnya, secara umum ada beberapa langkah yang dapat dilakukan setiap orang untuk menjaga agar ginjalnya tetap sehat. Yakni, tidur cukup setidaknya 6-7 jam per hari, minum air putih dua liter per hari, berolah raga teratur, dan mengonsumsi nutrisi yang seimbang. Bila menderita penyakit yang termasuk faktor risiko penyakit ginjal kronik, misalnya hipertensi dan diabetes, penyakit tersebut harus segera ditangani. (lee)
Sumber : http://www.drdjokosantoso.com/2009/04/gangguan-ginjal-mungkin-tanpa-gejala.html
Tanya Jawab Gagal Ginjal Kronis
Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang penyakit ginjal? Faktor risiko? Tanda dan gejala? Apakah Anda prihatin tentang diri Anda, seorang teman atau anggota keluarga?
T: Bagaimana umum adalah CKD (Cronic Kidney Deseases = Penyakit Ginjal Kronis)?
J: Beberapa 26 juta orang Amerika (13 persen dari populasi orang dewasa AS) menderita dari CKD-sosok para ahli memperkirakan akan naik karena tingkat obesitas tinggi (1 / 3 dari semua orang dewasa), kaitan antara obesitas, diabetes dan tekanan darah tinggi ( semua faktor risiko) dan penuaan generasi Baby Boom (sejak usia adalah faktor risiko lain CKD). Muda dan orang dewasa setengah baya juga dapat mengembangkan CKD.
t: Apa faktor risiko CKD?
J: Primer faktor risiko termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, riwayat keluarga penyakit ginjal dan usia lebih dari 60. Sekunder meliputi faktor risiko obesitas, penyakit autoimun, infeksi saluran kemih, infeksi sistemik, dan ginjal kehilangan, kerusakan, cedera atau infeksi.
t: Bisakah CKD dapat dicegah?
j: Menjaga kesehatan secara keseluruhan akan membantu melindungi kesehatan ginjal. Termasuk praktek-praktek bijaksana berolahraga secara teratur, diet garam rendah, mengendalikan berat badan, pemantauan tekanan darah, kolesterol dan kadar glukosa, tidak merokok, minum cukup, menghindari non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID) dan mendapatkan fisik tahunan.
T: Apa saja tanda-tanda peringatan CKD?
J: Sebagian besar orang tidak memiliki gejala sampai CKD adalah maju. "Jika Anda menunggu sampai Anda memiliki gejala yang akan diuji, Anda telah menunggu terlalu lama," kata Leslie Spry, MD, juru bicara untuk National Kidney Foundation. Tanda-tanda kemajuan CKD meliputi pergelangan kaki bengkak, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, penurunan nafsu makan, darah dalam air seni dan air seni berbusa.
Sumber Terjemahan dari National Kidney Foundation - USA
T: Bagaimana umum adalah CKD (Cronic Kidney Deseases = Penyakit Ginjal Kronis)?
J: Beberapa 26 juta orang Amerika (13 persen dari populasi orang dewasa AS) menderita dari CKD-sosok para ahli memperkirakan akan naik karena tingkat obesitas tinggi (1 / 3 dari semua orang dewasa), kaitan antara obesitas, diabetes dan tekanan darah tinggi ( semua faktor risiko) dan penuaan generasi Baby Boom (sejak usia adalah faktor risiko lain CKD). Muda dan orang dewasa setengah baya juga dapat mengembangkan CKD.
t: Apa faktor risiko CKD?
J: Primer faktor risiko termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, riwayat keluarga penyakit ginjal dan usia lebih dari 60. Sekunder meliputi faktor risiko obesitas, penyakit autoimun, infeksi saluran kemih, infeksi sistemik, dan ginjal kehilangan, kerusakan, cedera atau infeksi.
t: Bisakah CKD dapat dicegah?
j: Menjaga kesehatan secara keseluruhan akan membantu melindungi kesehatan ginjal. Termasuk praktek-praktek bijaksana berolahraga secara teratur, diet garam rendah, mengendalikan berat badan, pemantauan tekanan darah, kolesterol dan kadar glukosa, tidak merokok, minum cukup, menghindari non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID) dan mendapatkan fisik tahunan.
T: Apa saja tanda-tanda peringatan CKD?
J: Sebagian besar orang tidak memiliki gejala sampai CKD adalah maju. "Jika Anda menunggu sampai Anda memiliki gejala yang akan diuji, Anda telah menunggu terlalu lama," kata Leslie Spry, MD, juru bicara untuk National Kidney Foundation. Tanda-tanda kemajuan CKD meliputi pergelangan kaki bengkak, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, penurunan nafsu makan, darah dalam air seni dan air seni berbusa.
Sumber Terjemahan dari National Kidney Foundation - USA
Labels:
Klinik Tanya Jawab
Subscribe to:
Posts (Atom)